Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia
Established, February 09, 1999
Monday, December 1, 2025
Wednesday, September 10, 2025
Sunday, May 11, 2025
Persiapan Festival Kearfian Tradisi Juaq Asa 4-5 Juni 2025
Notulensi Pertemuan Persiapan Festival Juaq Asa
Online
Zoom, 12 Mei 2025
09.00
– 09.30 WIB
Peserta :
1.
Eddy Mangopo
2.
Faisal Kairupan
3.
Rudy Redhani
4.
Rasdi Wangsa
Point Hasil Pertemuan :
·
Tim JKTI yang
akan hadir ke Festival Juaq Asa tanggal 4-5 Juni 2025 adalah Rudy Redhani.
Faizal Kairupan dan Eddy Manggopo. Tim
JKTI akan berangkat dari Kota Samarinda tanggal 3 Juni 2025 dengan mengunakan
mobil travel menuju Kampung Juaq Asa dan akan Kembali dari Juaq Asa menujua
Samarinda pada tanggal 6 Juni 2025
dengan mengunakan Speed Boat dari Pelabuhan Melak menuju Samarinda
·
Perlu ditunjuk
oleh Pak Petinggi siapa yang akan bertanggung jawab untuk memonitoring peserta
yang akan hadir pada tanggal 5-6 Juni 2025, baik yang dari Kutai Barat maupun
dari luar Kutai Barat.
·
Perlu ditunjuk
oleh Pak Petinggi siapa yang akan bertanggung jawab untuk mempersiapkan
penginapan, konsumsi Narasumber dan
peserta dari luar Kutai Barat yang akan hadir pada tanggal 5-6 Juni 2025.
·
Fund Rising atau
pencarian dana untuk kegiatan Festival Juaq Asa harus diintensifkan lagi dengan
menghubungi Kembali calon-calon pemberi dana yang telah dilist dan dihubungi
sebelumnya dan juga menyebar luaskan informasi kegiatan ini di media massa.
· Untuk pertemuan selanjutnya, menunggu dari Panitia di Juaq Asa kapan akan meeting online lagi. Diperkirakan minggu depan.
Wednesday, April 23, 2025
Pertemuan Para Pihak dalam Konteks Akses dan Pembagian Manfaat Kehati di Hotel Fujita -Manokwari Rabu, 5 September 2007
Mujianto (Perdu) :
Pasal 44 UU
Otonomi Khusus Papua. Melindungi kearifan tradisional komunitas adat papua.
·
LITBANG KEHUTANAN PAPUA –
MALUKU (oleh
· Ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam yang ada. Belum berpihak pada masyrakat. Kawasan konservasi mempersulit untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Kawasan daratan terluas di Indonesia.
·
Asumsi
:
1.
Fitogeografi
sumberdaya hayati papua
2.
Aspek
sosisal budaya
3.
Perlindungan
dan pemanfaatan tradisional
·
Analisis
1.
Tinjauan
antrhoropologi: Canophylum canigerum – dipatenkan Malaysia. 200 suku di Papua.
2.
Tinjauan
Biologi
·
Presepsi
1.
Ilmiah
(Biologi) :
2.
Ekonomi
(Pemanfaatan) :
· Buah merah. Pak Made dibantai oleh orang
Bogor dan Papua.
· Di Jogja ada balai penelitian. Specimen di kirim ke Jogja.
· Penyebaran jenis tidak merata.
· Papaya apimoru (Kayu Arum). Kayunya dijual kilo-an.
· Penyu belimbing nenek moyang masyarakat
tersebut.
Balai Taman Nasional Teluk Cendrawasih
Balai Besar Taman
Nasional Teluk Cendrawasih
1,453,500 Ha. Terletak di 2 propinsi.
Pemanfaatan
species
Pembatasan
lokus. Kima terkenal karena kima raksasa
panjang 1 meter lebih. Anggapan jika kima dimanfaatkan akan mendatangkan
bencana. Di Pulau malasa badi, tidak ada
yg mebuat rumah. Karena disana diakui adanya ue putih, penunggu pulau. Dukun kampug banyak di desa-desa ini.
T4 pamali,
ditetapkan sebagai zona inti taman nasional.
Tanya Jawab :
Kajian sosial dan
anthropologi : Penyebaran buah merah
sampai ke pulau Solomon.
Dari segi aturan
kita belum punya.
3 bulan
lalu. Obat-obatan lokal; 23 jenis obat
lokal.
Apakah dengan UU
PSDG Papua dapat dilindungi.
UNIPA, 2004. Sudah lama mengangkat isue HaKI. Persiapan-persiapan yang mengantisipasi hal
tersebut. Lembaga khusus; apakah di
Pemda, Kampus atau LSM.
Material Transfer
Agreement (MTA). Ada 20 jenis sagu di Papua. Jepang sering melakukan penelitian sagu.
Malaysia datang untuk mencari varietas sagu di Papua. Kampanye transfers bio material dari Papua
ke luar.
Badan Koordinasi
dan Kerja Sama Plasma Nutfah Papua (BKKPNP)
Papua 69%
tergantung pada beras. Di Papua ada
sekitar 3000 hektar sawah. Sagu tidak
ada di dalam program Dinas Pertanian dan perkebunan.
Contoh; Cagar
Alam Pegunungan Arfak. Hutan sebagai
ibu. Yang bisa menyusui anak-anaknya.
Menghidupi anak-anak. Ada
pembagian wilayah atas hutan. Bahanti
(Inti). Nahanti (Penyangga), Susti....
(Zona pemanfaatan). Bagaimana bentuk
penghargaan terhadap masyarakat adat, terkait HaKI.
Ada pengembangan
kupu2. Lima tahun terakhir tidak
berjalan baik.
Apa yang
dilakukan ?
Siapa yang
melakukan ?
Bagaimana
bentuk ?
Anggrek hitam;
Jepang sudah dapat mengembangkan dengan bioteknologi.
Kita harus
membuat kelembagaan dan melakukan langkah inventaris.
Anggrek endemik. Sudah dikembangkan di Inggris. Kasus; ahli taksonomi kena sanksi dari atasan karena mencuri sampel anggrek. Data base yang ada adalah data base yang lama (Sebelum Indonesia Merdeka). Perlu melakukan penguatan dan pengembangan data base. Tumbuhan dikotil sulit untuk dikembangkan secara bioteknologi (Kultur jaringan).
UNIPA punya pusat studi keaneka ragaman hayati . Punya herbarium arfak kinensis.
Litbang kehutanan juga punya
Dr. John (Ahli Sagu) buka perkebunan sagu di Riau. Membangun perkebunan sagu varietas papua di Riau.
Kelembagaan baru dapat membuat pembiasan dalam gerak pembangunan.
Balai Penelitian
Kelapa di Manado bertanggung jawab untuk penelitian sagu. UNIPA dengan pusat studi penelitian sagu.
Kelembagaan itu
perlu ada. Yang penting aksinya. Cari sagu di Palopo lebih mudah dibanding di
Papua.
Banyak hal yang
sudah keluar dari Papua. Jangan
sampai membentuk lembaga baru. Kita
menempel pada lembaga yang ada.
Seringkali terjadi transfer material ke luar papua.
Pembagian yang
tidak jelas akan melahirkan
konflik.
Paten terlalu rumit bagi masyarakat.
Sagu menyebar
merata dari Papua sampai keluar Papua.
Perkumpulan Anggrek
Indonesia .
Salah pejabat
punya anggrek hitam. Anggrek hitam
diserahkan kepada orang luar negeri.
Diberikan kepada kedutaan Belanda.
Setelah Sesi Siang
Cendrawasih punah sejak lama jauh semenjak penyerahan hadiah burung cendrawasih kepada sultan Tidore. Kalau untuk upacara adat burung cendrawasih bisa dimanfaatkan. Perlindungan kekayaan intelektual. Perlindungan sagu alam.
Wednesday, March 5, 2025
Experience the Juaq Asa Traditional Wisdom Festival: Celebrating the Heart of Borneo!
Experience the Juaq Asa Traditional Wisdom Festival: Celebrating the Heart of Borneo!
📅 Date: April 9-10, 2025
📍 Location: Juaq Asa Village, West Kutai, East Kalimantan, Indonesia
The Juaz Asa Traditional Wisdom Festival is an extraordinary cultural and environmental event that brings together local wisdom, ecotourism, and the rich traditions of the Dayak Tonyooi Tribe. Taking place in the breathtaking rainforest of Borneo, this festival is a celebration of heritage, nature, and sustainability.
🌿 Why Attend?
This two-day festival offers a unique opportunity to explore, learn, and contribute to the preservation of local wisdom and the sustainable management of the Hemaq Beniung Customary Forest. The event will feature:
✅ Traditional Dayak Rice Paddy Harvest – Witness centuries-old agricultural traditions in action.
✅ Rainforest Exploration – Discover the incredible biodiversity of the Heart of Borneo.
✅ Local & Traditional Food – Savor authentic Dayak flavors prepared by the community.
✅ Cultural Performances – Enjoy mesmerizing traditional dances that tell the stories of the land.
✅ Mahakam River Experience – Explore the lifeblood of East Kalimantan.
🎤 Special Guests & Experts
Engage with Indonesia’s top ecotourism experts and representatives from the Tourism and Forestry Office, as they share insights on sustainable tourism and social forestry.
🏕 Who Should Join?
This festival is a must-attend for private sector professionals, government representatives, researchers, students, and ecotourism activists who are passionate about culture, sustainability, and nature conservation.
🎟 Limited to 100 Participants!
Don’t miss out on this exclusive opportunity to be part of a movement that honors tradition while shaping a sustainable future.
📩 Register Now & Be Part of the Change!
Wednesday, February 12, 2025
FORUM ANGGOTA NASIONAL JKTI, BALIKPAPAN-KALTIM, 9 FEBRUARI 2025
Prosiding
Forum Anggota Nasional
Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia (JKTI)
Balikpapan, Minggu, 9 Februari 2025
Artwork CoWokring Space
Jl. Jenderal Sudirman No.43 RT.07,
Klandasan Ilir, Kec. Balikpapan Kota,
Kota Balikpapan,
Kalimantan Timur
76113
NARASI SINGKAT
Minggu, 9 Feb 2025, bertempat di ruang meeting ArtWork Co Working Space Jl. Jenderal Sudirman No.43 RT.07, Klandasan Ilir, Kec. Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pukul 09.00 WITA peserta offline sudah mulai berdatangan dimulai dengan Sarmiah dari Perkumpulan Padi. Menyusul kawan Rudi Redhany, Faisal Kairupan, Aida, Eka, dan Bu Rita dari ASITA Balikpapan serta Edi Mangopo dari Samarinda.
Pada sekitar pukul 10.00 WITA kegiatan FAN 2025 dimulai dengan dipandu oleh Faisal Kairupan sebagai pimpinan sidang sekaligus moderator forum ini. Prosesnya dilakukan secara hybrid ; Offline dan Online. Dimulai dari Laporan Perkembangan JKTI (Rasdi Wangsa) dan selanjutnya Sharing Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekowisata Berbasisi Tradisi (Basuki Antariksa-BRIN), Sharing Program Pariwisata Balikpapan Perwakilan ASITA/ HPI Balikpapan (Ibu Rita Susanti) dan terakhir Sharing Gagasan Pengembangan Ekowisata Berbasis Tradisi (Rudy Redhani). Dari proses diskusi online dan offline ini, beberapa catatan penting yang dikirimkan oleh Rahmina melalui chat whatsapp adalah :
Dalam kerangka JKTI (selain mengarah pada profit) Pariwisata juga tetap menjadi media publikasi dan alat untuk ;
• Memperkenalkan dan melindungi kearifan, kekayaan dan budaya, kekayaan genetik itu milik suatu komunitas
• (ekowisata): perlindungan dan konservasi SDA-LH (kalo di pesisir : mangrove, padang lamun, terumbu; datar: hutan dan lahan Livelihood.
• Pendidikan, mendidik manusia untuk hidup lebih baik dengan cara menghargai pelestarian alam dan budaya orang lain hingga membangun kesadaran.
Sehingga JKTI juga tetap memegang peran JKTInya dalam kerangka kebijakan, di bawah ini ;
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Masuk dalam Pasal 5 Objek Pemajuan Kebudayaan
• Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2022 Tentang Kekayaan Intelektual Komunal, https://www.dgip.go.id/menu-utama/ki-komunal/syarat-prosedur
• Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) tahun 2025–2045
• Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan
• Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan
• Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pemajuan Kebudayaan
Konsep Ecotrad bisa dtambahkan dengan 2 hal diatas. Untuk selanjutnya JKTI bisa terlibat dalam pembahasan ini :
• RanPermenBud tentang Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan oleh Perusahaan Besar dan orang asing --> ini akan sangat terkait dengan Peruuan yang saya sebutkan diatas, khususnya kekayaan intelektual komunal
• Mengidentifikasi lokasi-lokasi tujuan wisata yang dapat didampingi serta bagaimana mengembangkan pendanaan seperti konsen bang Udur, melalui : APBD, APBDes atau dana lainnya yang bukan projek
Sesi FAN hibrid ini berakhir pada pukul 13.00 WITA dan dilanjutkan dengan Break Makan Siang. Setelah itu sekitar pukul 14.00 -17.00 WITA dilakukan diskusi lanjutan secara offline di Cafe di pinggir Pantai Klandasan dengan mendiskusikan gagasan yang lahir dari diskusi hybrid sebelumnya. Dari diskusi offline ini beberapa Kesimpulan yang dapat dicatat :
1. JKTI akan membentuk lembaga bisnis untuk Ekowisata Tradisi, pilihannya adalah berbentuk PT dengan nama Ecotrade Indonesia. Sebagai permulaan disepakati Faisal Kairupan menjadi manager PT Ecotrade Indonesia karena pendirian PT ini akan berdomisili di Kota Balikpapan sebagai kantor pusatnya.
2. Beberapa paket wisata potensial yang akan coba dikembangkan sebagai bisnis JKTI, diantaranya adalah sebagaimana tabel berikut.
No Nama Paket Lokasi Keterangan Kontak Person
1 Amazing Sunset Balikpapan Bay
Pantai Seraya-Balikpapan-Kaltim 1D1N
Sunset
Dinner
Home stay /camp
Tarian
Sunrise Faisal
2 Traditional Wooden Boat Sunset
Teluk Balikpapan-Kaltim Half Day
Sunset
Dinner in boat Faisal
3 Bamboo Wana Desa
Kaltim 10 jenis bamboo
Camp + edukasi Faisal
4 Kebun Meranti camping ground (Wisata Edukasi Sekolah) Kaltim edukasi
Bird watching Faisal
5 Sungai Wain
Kaltim Hutan
Pengamatan malam
Camp
Kerajinan patung kayu, alat musik, ecoprint bisa, makan siang
Tarian Faisal
6 IKN bu Rita & Manggrove Balikpapan-Kaltim Pembanguann IKN, Ekosistem Manggrove Faisal
7 Juaq Asa Festival Kutai Barat-Kaltim Panen raya padi ladang, kesenian tradisional Edi Mangopo
8 Mului Adventure Paser-Kaltim Camping dan Pendakian Gunung Lumut Aida
9 MAC Kampung Malaris-Kalsel Camp river side Rudy Redhani
10 Lopus Tomun Tradition Lamandau Kalteng Tari Bagondang, Bambu Rafting Rudy Redhani
11 Lampung Coffee Festival Lampung Organic Coffee with Farmer tradition Novi
12 Danau Sentarum Traditional Fishing Kalbar Organic Fishing Annas
13 Merauke Adventure Traditional Camp (MAT) Papua Papua traditional house camp Ikhsan
Peserta kegiatan Forum Anggota Nasional ini, yakni :
1. Rasdi Wangsa - Offline.
2. Udur offline -Offline
3. Edi Mangopo - offline
4. Faisal Kairupan – offline
5. Sarmiah-Balikpapan-Offline
6. Aida-Balikpapan-Offline
7. Eka-Balikpapan-Offline
8. Rita-ASITA Balikpapan-Offline
9. Ikhsan Mentong - Offline
10. Basuki Antariksa-BRIN Jakarta-Online
11. Ardi Pratama-Pangkalan Bun-Online
12. Budi Baskoro-Pangkalan Bun-Online
13. Annas Nasrullah-Pontianak-Online
14. Rahmina- Baliikpapan-Online
15. Novita-Lampung-online
16. Suwarno-Berau-Online
17. Fachruddin-Berau-Online
18. Ahmad Fatah-Perkumpulan Kitiran-Berau Online
19. Arif-Putusibau-Kalbar-Online
20. Anton Waspo-Bogor-Online
KESIMPULAN
JKTI akan melakukan advokasi kebijakan terkait dengan isu kearifan tradisional
JKTI akan mengembangkan sayap bisnis untuk membangun kemanidiran gerakan
LAMPIRAN FOTO KEGIATAN
-
Notulensi Pertemuan Persiapan Festival Juaq Asa Online Zoom, 12 Mei 2025 09.00 – 09.30 WIB Peserta : 1. Eddy Mangopo 2...
-
Prosiding Forum Anggota Nasional Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia (JKTI) Balikpapan, Minggu, 9 Februari 2025 Artwork CoWokring Sp...
-
Experience the Juaq Asa Traditional Wisdom Festival: Celebrating the Heart of Borneo! 📅 Date: April 9-10, 2025 📍 Location: Juaq Asa Villa...





.jpeg)





