Sunday, May 11, 2025

Persiapan Festival Kearfian Tradisi Juaq Asa 4-5 Juni 2025

 Notulensi Pertemuan Persiapan Festival Juaq Asa

Online Zoom, 12 Mei 2025

09.00 – 09.30 WIB

 


Peserta :

1.      Eddy Mangopo

2.      Faisal Kairupan

3.      Rudy Redhani

4.      Rasdi Wangsa

 

Point Hasil Pertemuan :

·       Tim JKTI yang akan hadir ke Festival Juaq Asa tanggal 4-5 Juni 2025 adalah Rudy Redhani. Faizal Kairupan dan Eddy Manggopo.  Tim JKTI akan berangkat dari Kota Samarinda tanggal 3 Juni 2025 dengan mengunakan mobil travel menuju Kampung Juaq Asa dan akan Kembali dari Juaq Asa menujua Samarinda  pada tanggal 6 Juni 2025 dengan mengunakan Speed Boat dari Pelabuhan Melak menuju Samarinda

·       Perlu ditunjuk oleh Pak Petinggi siapa yang akan bertanggung jawab untuk memonitoring peserta yang akan hadir pada tanggal 5-6 Juni 2025, baik yang dari Kutai Barat maupun dari luar Kutai Barat. 

·       Perlu ditunjuk oleh Pak Petinggi siapa yang akan bertanggung jawab untuk mempersiapkan penginapan,  konsumsi Narasumber dan peserta dari luar Kutai Barat yang akan hadir pada tanggal 5-6 Juni 2025.

·       Fund Rising atau pencarian dana untuk kegiatan Festival Juaq Asa harus diintensifkan lagi dengan menghubungi Kembali calon-calon pemberi dana yang telah dilist dan dihubungi sebelumnya dan juga menyebar luaskan informasi kegiatan ini di media massa.

·       Untuk pertemuan selanjutnya, menunggu dari Panitia di Juaq Asa kapan akan meeting online lagi. Diperkirakan minggu depan. 



Wednesday, April 23, 2025

Pertemuan Para Pihak dalam Konteks Akses dan Pembagian Manfaat Kehati di Hotel Fujita -Manokwari Rabu, 5 September 2007

 Mujianto (Perdu) :

Pasal 44 UU Otonomi Khusus Papua. Melindungi kearifan tradisional komunitas adat papua.

 

Rio :

 

·           LITBANG KEHUTANAN PAPUA – MALUKU (oleh

 

·           Ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam yang ada.  Belum berpihak pada masyrakat.  Kawasan konservasi mempersulit untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada.     Kawasan daratan terluas di Indonesia.  

 

·           Asumsi :

1.         Fitogeografi sumberdaya hayati papua

2.         Aspek sosisal budaya

3.         Perlindungan dan pemanfaatan tradisional

 

·           Analisis

1.         Tinjauan antrhoropologi: Canophylum canigerum – dipatenkan Malaysia. 200 suku di Papua.

2.         Tinjauan Biologi

 

 

·           Presepsi

1.         Ilmiah (Biologi) :

2.         Ekonomi (Pemanfaatan) :

 

·       Buah merah. Pak Made dibantai oleh orang Bogor dan Papua. 

 

·       Di Jogja ada balai penelitian.  Specimen di kirim ke Jogja. 

 

·       Penyebaran jenis tidak merata.

 

·       Papaya apimoru (Kayu Arum).  Kayunya dijual kilo-an. 

 

·       Penyu belimbing nenek moyang masyarakat tersebut.

 

Balai Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih

1,453,500 Ha. Terletak di 2 propinsi.

Pemanfaatan species

Pembatasan lokus.  Kima terkenal karena kima raksasa panjang 1 meter lebih. Anggapan jika kima dimanfaatkan akan mendatangkan bencana.  Di Pulau malasa badi, tidak ada yg mebuat rumah. Karena disana diakui adanya ue putih, penunggu pulau.   Dukun kampug banyak di desa-desa ini. 

 

T4 pamali, ditetapkan sebagai zona inti taman nasional.  

 

 

Tanya Jawab :

Kajian sosial dan anthropologi :   Penyebaran buah merah sampai ke pulau Solomon.   

 

Dari segi aturan kita belum punya. 

 

3 bulan lalu.  Obat-obatan lokal; 23 jenis obat lokal.  

 

Apakah dengan UU PSDG Papua dapat dilindungi. 

 

UNIPA, 2004.  Sudah lama mengangkat isue HaKI.  Persiapan-persiapan yang mengantisipasi hal tersebut.   Lembaga khusus; apakah di Pemda, Kampus atau LSM.

 

 

Material Transfer Agreement (MTA).  Ada 20 jenis sagu di Papua.  Jepang sering melakukan penelitian sagu.  Malaysia datang untuk mencari varietas sagu di Papua.   Kampanye transfers bio material dari Papua ke luar. 

 

Badan Koordinasi dan Kerja Sama Plasma Nutfah Papua (BKKPNP)

 

Papua 69% tergantung pada beras.  Di Papua ada sekitar 3000 hektar sawah.   Sagu tidak ada di dalam program Dinas Pertanian dan perkebunan. 

 

Contoh; Cagar Alam Pegunungan Arfak.  Hutan sebagai ibu. Yang bisa menyusui anak-anaknya.  Menghidupi anak-anak.  Ada pembagian wilayah atas hutan.  Bahanti (Inti). Nahanti (Penyangga),  Susti.... (Zona pemanfaatan).  Bagaimana bentuk penghargaan terhadap masyarakat adat, terkait HaKI.  

Ada pengembangan kupu2.  Lima tahun terakhir tidak berjalan baik. 

Apa yang dilakukan ?

Siapa yang melakukan ?

Bagaimana bentuk  ?

Anggrek hitam; Jepang sudah dapat mengembangkan dengan bioteknologi.  

 

Kita harus membuat kelembagaan dan melakukan langkah inventaris.

 

Anggrek endemik.  Sudah dikembangkan di Inggris.  Kasus; ahli taksonomi kena sanksi dari atasan karena mencuri sampel anggrek.  Data base yang ada adalah data base yang lama (Sebelum Indonesia Merdeka).  Perlu melakukan penguatan dan pengembangan data base.  Tumbuhan dikotil sulit untuk dikembangkan secara bioteknologi (Kultur jaringan).  

UNIPA punya pusat studi keaneka ragaman hayati .  Punya herbarium arfak kinensis. 

Litbang kehutanan juga punya

Dr. John (Ahli Sagu) buka perkebunan sagu di Riau.  Membangun perkebunan sagu varietas papua di Riau.  

Kelembagaan baru dapat membuat pembiasan dalam gerak pembangunan. 

Balai Penelitian Kelapa di Manado bertanggung jawab untuk penelitian sagu.  UNIPA dengan pusat studi penelitian sagu.

 

Kelembagaan itu perlu ada.  Yang penting aksinya.  Cari sagu di Palopo lebih mudah dibanding di Papua.

 

Banyak hal yang sudah keluar dari Papua. Jangan sampai membentuk lembaga baru.  Kita menempel pada lembaga yang ada.  Seringkali terjadi transfer material ke luar papua. 

 

Pembagian yang tidak jelas akan melahirkan  konflik.  

Paten terlalu rumit bagi masyarakat.  

Sagu menyebar merata dari Papua sampai keluar Papua. 

 

Perkumpulan Anggrek Indonesia .

Salah pejabat punya anggrek hitam.  Anggrek hitam diserahkan kepada orang luar negeri.  Diberikan kepada kedutaan Belanda.

 

 

Setelah Sesi Siang

 Cendrawasih punah sejak lama jauh semenjak penyerahan hadiah burung cendrawasih kepada sultan Tidore.  Kalau untuk upacara adat burung cendrawasih bisa dimanfaatkan. Perlindungan kekayaan intelektual.    Perlindungan sagu alam.

 

 

 

 



Wednesday, March 5, 2025

Experience the Juaq Asa Traditional Wisdom Festival: Celebrating the Heart of Borneo!

 Experience the Juaq Asa Traditional Wisdom Festival: Celebrating the Heart of Borneo!



📅 Date: April 9-10, 2025

📍 Location: Juaq Asa Village, West Kutai, East Kalimantan, Indonesia

The Juaz Asa Traditional Wisdom Festival is an extraordinary cultural and environmental event that brings together local wisdom, ecotourism, and the rich traditions of the Dayak Tonyooi Tribe. Taking place in the breathtaking rainforest of Borneo, this festival is a celebration of heritage, nature, and sustainability.

🌿 Why Attend?

This two-day festival offers a unique opportunity to explore, learn, and contribute to the preservation of local wisdom and the sustainable management of the Hemaq Beniung Customary Forest. The event will feature:

✅ Traditional Dayak Rice Paddy Harvest – Witness centuries-old agricultural traditions in action.

✅ Rainforest Exploration – Discover the incredible biodiversity of the Heart of Borneo.




✅ Local & Traditional Food – Savor authentic Dayak flavors prepared by the community.



✅ Cultural Performances – Enjoy mesmerizing traditional dances that tell the stories of the land.


✅ Mahakam River Experience – Explore the lifeblood of East Kalimantan.


🎤 Special Guests & Experts

Engage with Indonesia’s top ecotourism experts and representatives from the Tourism and Forestry Office, as they share insights on sustainable tourism and social forestry.

🏕 Who Should Join?

This festival is a must-attend for private sector professionals, government representatives, researchers, students, and ecotourism activists who are passionate about culture, sustainability, and nature conservation.

🎟 Limited to 100 Participants!

Don’t miss out on this exclusive opportunity to be part of a movement that honors tradition while shaping a sustainable future.

📩 Register Now & Be Part of the Change!


Wednesday, February 12, 2025

FORUM ANGGOTA NASIONAL JKTI, BALIKPAPAN-KALTIM, 9 FEBRUARI 2025

Prosiding

Forum Anggota Nasional

Jaringan Kearifan Tradisional Indonesia (JKTI)

Balikpapan, Minggu, 9 Februari 2025



 



 






Artwork CoWokring Space

Jl. Jenderal Sudirman No.43 RT.07, 

Klandasan Ilir, Kec. Balikpapan Kota, 

Kota Balikpapan, 

Kalimantan Timur 

76113



NARASI SINGKAT

Minggu, 9 Feb 2025, bertempat di ruang meeting ArtWork Co Working Space Jl. Jenderal Sudirman No.43 RT.07, Klandasan Ilir, Kec. Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.  Pukul 09.00 WITA peserta offline sudah mulai berdatangan dimulai dengan Sarmiah dari Perkumpulan Padi. Menyusul kawan Rudi Redhany, Faisal Kairupan, Aida, Eka, dan Bu Rita dari ASITA Balikpapan serta Edi Mangopo dari Samarinda. 


Pada sekitar pukul 10.00 WITA kegiatan FAN 2025 dimulai dengan dipandu oleh Faisal Kairupan sebagai pimpinan sidang sekaligus moderator forum ini.  Prosesnya dilakukan secara hybrid ; Offline dan Online. Dimulai dari Laporan Perkembangan JKTI (Rasdi Wangsa) dan selanjutnya Sharing Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekowisata Berbasisi Tradisi (Basuki Antariksa-BRIN), Sharing Program Pariwisata Balikpapan Perwakilan ASITA/ HPI Balikpapan (Ibu Rita Susanti) dan terakhir Sharing Gagasan Pengembangan Ekowisata Berbasis Tradisi (Rudy Redhani).  Dari proses diskusi online dan offline ini, beberapa catatan penting yang dikirimkan oleh Rahmina melalui chat whatsapp adalah :


Dalam kerangka JKTI (selain mengarah pada profit) Pariwisata juga tetap menjadi media publikasi dan alat untuk ;

Memperkenalkan dan melindungi kearifan, kekayaan dan budaya, kekayaan genetik itu milik suatu komunitas

(ekowisata): perlindungan dan konservasi SDA-LH (kalo di pesisir : mangrove, padang lamun, terumbu; datar: hutan dan lahan Livelihood.

Pendidikan, mendidik manusia untuk hidup lebih baik dengan cara menghargai pelestarian alam dan budaya orang lain hingga membangun kesadaran.


Sehingga JKTI juga tetap memegang peran JKTInya dalam kerangka kebijakan, di bawah ini ;

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Masuk dalam Pasal 5 Objek Pemajuan Kebudayaan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2022 Tentang Kekayaan Intelektual Komunal, https://www.dgip.go.id/menu-utama/ki-komunal/syarat-prosedur 

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) tahun 2025–2045 

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114 Tahun 2022 tentang Strategi Kebudayaan 

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pemajuan Kebudayaan


Konsep Ecotrad bisa dtambahkan dengan 2 hal diatas. Untuk selanjutnya JKTI bisa terlibat dalam pembahasan ini : 

RanPermenBud tentang Pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan oleh Perusahaan Besar dan orang asing --> ini akan sangat terkait dengan Peruuan yang saya sebutkan diatas, khususnya kekayaan intelektual komunal

Mengidentifikasi lokasi-lokasi tujuan wisata yang dapat didampingi serta bagaimana mengembangkan pendanaan seperti konsen bang Udur, melalui : APBD, APBDes atau dana lainnya yang bukan projek


Sesi FAN hibrid ini berakhir pada pukul 13.00 WITA dan dilanjutkan dengan Break Makan Siang.  Setelah itu sekitar pukul 14.00 -17.00 WITA dilakukan diskusi lanjutan secara offline di Cafe di pinggir Pantai Klandasan dengan mendiskusikan gagasan yang lahir dari diskusi hybrid sebelumnya. Dari diskusi offline ini beberapa Kesimpulan yang dapat dicatat :

1. JKTI akan membentuk lembaga bisnis untuk Ekowisata Tradisi, pilihannya adalah berbentuk PT dengan nama Ecotrade Indonesia.  Sebagai permulaan disepakati Faisal Kairupan menjadi manager PT Ecotrade Indonesia karena pendirian PT ini akan berdomisili di Kota Balikpapan sebagai kantor pusatnya.

2. Beberapa paket wisata potensial yang akan coba dikembangkan sebagai bisnis JKTI, diantaranya adalah sebagaimana tabel berikut. 


No Nama Paket Lokasi Keterangan Kontak Person

1 Amazing Sunset Balikpapan Bay

Pantai Seraya-Balikpapan-Kaltim 1D1N

Sunset

Dinner

Home stay /camp

Tarian

Sunrise Faisal

2 Traditional Wooden Boat Sunset

Teluk Balikpapan-Kaltim Half Day

Sunset

Dinner in boat Faisal

3 Bamboo Wana Desa

Kaltim 10 jenis bamboo 

Camp + edukasi Faisal

4 Kebun Meranti camping ground (Wisata Edukasi Sekolah) Kaltim edukasi 

Bird watching Faisal

5 Sungai Wain

Kaltim Hutan

Pengamatan malam

Camp 

Kerajinan patung kayu, alat musik, ecoprint bisa, makan siang

Tarian Faisal

6 IKN bu Rita & Manggrove Balikpapan-Kaltim Pembanguann IKN, Ekosistem Manggrove Faisal

7 Juaq Asa Festival Kutai Barat-Kaltim Panen raya padi ladang, kesenian tradisional Edi Mangopo

8 Mului Adventure Paser-Kaltim Camping dan Pendakian Gunung Lumut Aida

9 MAC Kampung Malaris-Kalsel Camp river side Rudy Redhani

10 Lopus Tomun Tradition Lamandau Kalteng Tari Bagondang, Bambu Rafting Rudy Redhani

11 Lampung Coffee Festival Lampung Organic Coffee with Farmer tradition Novi

12 Danau Sentarum Traditional Fishing Kalbar Organic Fishing Annas

13 Merauke Adventure Traditional Camp (MAT) Papua Papua traditional house camp Ikhsan 


Peserta kegiatan Forum Anggota Nasional ini, yakni :

1. Rasdi Wangsa - Offline.

2. Udur offline -Offline

3. Edi Mangopo - offline

4. Faisal Kairupan – offline

5. Sarmiah-Balikpapan-Offline              

6. Aida-Balikpapan-Offline

7. Eka-Balikpapan-Offline

8. Rita-ASITA Balikpapan-Offline

9. Ikhsan Mentong - Offline 

10. Basuki Antariksa-BRIN Jakarta-Online

11. Ardi Pratama-Pangkalan Bun-Online

12. Budi Baskoro-Pangkalan Bun-Online

13. Annas Nasrullah-Pontianak-Online

14. Rahmina- Baliikpapan-Online                                                                                                                

15. Novita-Lampung-online

16. Suwarno-Berau-Online

17. Fachruddin-Berau-Online

18. Ahmad Fatah-Perkumpulan Kitiran-Berau Online

19. Arif-Putusibau-Kalbar-Online

20. Anton Waspo-Bogor-Online



KESIMPULAN 

JKTI akan melakukan advokasi kebijakan terkait dengan isu kearifan tradisional

JKTI akan mengembangkan sayap bisnis untuk membangun kemanidiran gerakan 







LAMPIRAN FOTO KEGIATAN